Sosok musisi Glenn Fredly yang akan selalu dikenang melalui karya-karyanya, khususnya di dunia musik Tanah Air. (Foto: Instagram @glennfredly309)
Sosok musisi Glenn Fredly yang akan selalu dikenang melalui karya-karyanya, khususnya di dunia musik Tanah Air. (Foto: Instagram @glennfredly309)

Kepergian penyanyi dan pencipta lagu Glenn Fredly Deviano Latuihamallo dalam usia 44 tahun, pada hari Rabu (8/4/2020) pukul 18.47 WIB di Rumah Sakit Setia Mitra, Jakarta Selatan menyisakan duka bagi penggemarnya.

Meski demikian, keluarga berharap agar masyarakat dan penggemar tidak turut mengantarkan penyanyi sekaligus aktivis itu ke tempat peristirahatan terakhirnya. Keputusan itu diambil karena situasi dan kondisi yang belum aman dari risiko persebaran penyakit Covid-19.

Pihak keluarga memberikan pernyataan resmi yang disampaikan oleh saudara Glenn Fredly, yakni Mozes Latuihamallo. Dalam pesan singkat yang telah beredar, Mozes menguraikan penyebab meninggalnya sang musisi yang telah melahirkan belasan album itu. 

"Kami, pihak keluarga, menyampaikan kabar duka yang mendalam atas berpulangnya Glenn Fredly Deviano Latuihamallo pada Rabu, 8 April 2020, pukul 18.47 dalam usia 44 tahun di Rumah Sakit Setia Mitra, Cilandak, Jakarta Selatan akibat meningitis," tulis Mozes dalam pernyataan resmi tersebut.

Selama satu bulan terakhir, Glenn Fredly merasa tidak nyaman atas penyakit yang dideritanya, hingga memutuskan untuk dilakukan rawat inap. 

"Meski kondisinya menurun selama tiga hari terakhir, namun masih bisa berinteraksi hingga akhirnya menghembuskan nafas yang terakhir pada 8 April 2020," tambahnya.

Glenn Fredly meninggalkan satu istri yakni Mutia Ayu yang baru menikah di tahun 2019, serta anak pertamanya berjenis kelamin perempuan yang masih berusia 40 hari, bernama Gewa Atlana Syamayim Latuihamallo yang lahir pada hari Jumat (28/2/2020).

Menurut penuturan pihak keluarga, jenazah Glenn Fredly sempat disemayamkan di Rumah Duka Heavens Dharmais, Jakarta Barat, serta langsung dibawa untuk prosesi pemandian di Gereja Sumber Kasih Jakarta Selatan. 

Rencananya, jenazah Glenn Fredly akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan yang diawali dengan prosesi ibadah pelepasan jenazah sekitar pukul 11.00 WIB. 

Dikutip dari pernyataan resminya, pihak keluarga meminta doa dari seluruh rekan-rekan dan seluruh masyarakat Indonesia untuk Glenn Fredly serta memaafkan jika terdapat kesalahan yang telah diperbuat baik disengaja maupun tidak disengaja.

"Tanpa mengurangi rasa hormat, kami berharap agar para pelayat tidak hadir dalam prosesi pemakaman dikarenakan situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan saat ini. Doa rekan-rekan sekalian di mana pun berada sudah lebih dari cukup untuk menguatkan kami dalam rasa duka ini," tulis Mozes perwakilan pihak keluarga dalam pernyataan resminya.

Mengenal penyakit yang diderita Glenn Fredly, yakni Meningitis. Dilansir dari halodoc , penyakit Meningitis merupakan kondisi terjadinya peradangan atau inflamasi pada selaput otak (meningen). Umumnya, penyebab utama meningitis adalah virus, jamur, bakteri, serta penyebab lain, seperti reaksi imunologi, penyakit sistematik, lupus, dan juga keganasan.

Penyebab terjadinya penyakit menigitis disebabkan oleh bakteri dan virus. Untuk meningitis purulenta sendiri paling sering disebabkan oleh Meningococcus, Pneumococcus, dan Haemophilus Influenzae.

Sedangkan penyebab utama meningitis serosa adalah Mycobacterium tuberculosis dan virus. Bakteri Pneumococcus adalah salah satu penyebab meningitis terparah. 

Faktor risiko peningkatan penyakit menigitis ini adalah lingkungan dengan kebersihan yang buruk dan padat serta terjadi kontak atau hidup serumah dengan pengidap infeksi saluran pernapasan. 

Gejala menigitis yang dirasakan oleh penderita beragam, seperti sakit kepala, kaku kuduk, hingga demam. Sementara itu, gejala yang timbul pada bagian neurologis umumnya menunjukan gejala kejang, gangguan sensorik, dan juga gangguan perilaku pada pengidap.  

Saat mengidap meningitis, pengidap juga bisa mengalami penurunan kesadaran sebagai salah satu gejala yang muncul. Edema otak juga bisa terjadi pada pengidap meningitis, jika hal tersebut dibiarkan bisa menyebabkan herniasi otak. 

Gold standard untuk diagnosis meningitis adalah pemeriksaan sampel cairan serebrospinal melalui lumbal pungsi (LP), sebelum diberikan terapi. Sebelum prosedur LP bisa dilakukan, pemeriksaan MRI, dan CT scan harus dilakukan terlebih dahulu. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada massa yang menekan pada otak. 

Dalam tahap pengobatan penyakit meningitis dapat disesuaikan dengan penyebab dan etiologi. Meningitis viral umumnya self-limiting. Maka diberikan terapi sintomatik dan istirahat. Jika disebabkan oleh HSV dapat diberikan obat selama 14 hari. Terapi kortikosteroid juga direkomendasikan untuk mengurangi inflamasi. 

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan yakni dengan memberikan imunisasi meningitis agar kekebalan tubuh dapat terbentuk.  Mengurangi kontak langsung dengan pengidap dan mengurangi tingkat kepadatan di lingkungan perumahan dan di lingkungan, seperti barak, sekolah, tenda, dan kapal.

Serta Pola Hidup Bersih Sehat harus dilakukan seperti rajin cuci tangan. Cuci tangan dapat menghambat penyebaran virus, jamur, dan juga bakteri yang menyebabkan meningitis. Selanjutnya juga tidak berbagi makanan dan minuman kepada orang lain. 

Selain dari berbagi makanan atau minuman, pemakaian barang yang bersifat personal, misalnya bertukar sisir, alat makan, contohnya sendok, sikat gigi, juga seharusnya tidak dilakukan. 

Dengan gejala-gejala meningitis yang telah terjadi, orang tersebut harus segera memeriksakan ke dokter untuk pemeriksaan lebih mendalam agar dapat meminimalisir akibat dari meningitis.