Kali pertama rapat paripurna anggota dewan gunakan sistem video conferencing
Kali pertama rapat paripurna anggota dewan gunakan sistem video conferencing

Cegah pencegahan menyebarnya covid 19, DPRD Trenggalek gelar Rapat Paripurna lewat video conferencing Kamis (26/3/2020). Hal tersebut dilakukan karena mendapat surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri pada selasa (24/03/20) lalu.

Walaupun menggunakan video conferencing, rapat tetap berjalan kondusif. Dalam rapat video conferencing, turut andil Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin, Ketua DPRD Samsul Anam serta jajaran anggota DPRD lainnya.

"Rapat paripurna kali ini dilaksanakan melalui video conference, dengan dasar telah adanya surat edaran Kemendagri serta sesuai tartib mengingat kondisi saat ini," kata Samsul Anam usai memimpin rapat, Kamis (26/03/20).

Sementara agenda rapat pada kali ini membahas tentang badan musyawarah telah mendengarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ). Selain itu, juga membahas lima rancangan peraturan daerah yang diusulkan oleh Bupati dan tiga rancangan inisiatif oleh DPRD Trenggalek.

"Hasil rapat masih dalam bentuk nota, karena LKPJ sendiri merupakan keniscayaan yang harus dilakukan oleh Bupati. Maka sejak tiga bulan di awal tahun anggaran, Bupati mempunyai kewajiban menyampaikan LKPJ kepada DPRD," ungkap Samsul.

Samsul Anam juga menambahkan bahwa LKPJ tentang laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada pemerintah pusat dan ringkasan penyelenggaraan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat ini harus segera dilakukan untuk dikirim ke pemerintah pusat.

Artinya dengan kondisi apapun dan bagaimanapun DPRD tetap berkomitmen melakukan Rapat Paripurna agar pemerintah daerah tetap berjalan sebagaimana mestinya.

"Pemerintah harus tetap berjalan, meski dengan situasi apapun. Hal itu wajib dilakukan demi kepentingan masyarakat," pungkasnya.