Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi (istimewa)
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi (istimewa)

Larangan berkegiatan umroh dan ziarah sementara oleh Pemerintah Arab Saudi membuat keresahan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di negara yang dipimpin oleh Raja Salman itu.

Karena upaya mencari pundi-pundi uang untuk menghidupi keluarga pun dapat terhambat seiring dengan serangan kala virus Corona.

Hal tersebut sebagaimana dirasakan salah satu warga Kota Malang Rico Satrio yang saat ini berada di Arab Saudi, bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan di Jeddah.

Kepada MalangTIMES, Rico menyampaikan bahwa kondisi di Jeddah saat ini masih terbilang normal. Tapi memang banyak PMI yang membahas permasalahan isu tidak diperbolehkan WNI masuk ke Arab Saudi untuk umroh.

"Kondisinya masih landai saja. Saya akhir-akhir ini juga belum ke Mekkah, tapi memang teman-teman khawatir dengan isu itu, karena ingat keluarga yang berada di Indonesia," kata Rico.

Disinggung mengenai kondisinya, Rico mengaku belum ada langkah preventif seperti vaksin kepada WNI di Arab Saudi. Tapi pria yang pernah menjadi kawan dekat dari pesepakbola Irfan Bachdim saat masih di Persema ini mengaku lebih khawatir kalau tidak diperbolehkan untuk cuti.

"Belum ada kabar, vaksin atau sejenisnya seperti itu. Nah tapi, ini teman saya kan mau cuti bulan depan, belum tahu disetujui atau tidak. Karena khawatir tidak disetujui karena nanti tidak bisa kembali lagi ke sini kalau kondisinya masih seperti ini," ungkapnya.

Karena itu, Rico berharap situasi seperti ini bisa cepat selesai agar masyarakat Indonesia yang ingin ibadah dapat terlaksana. "Semua ingin masalah seperti ini cepat selesai, kami kerja di sini bisa tenang karena tidak khawatir Corona masuk Indonesia dan untuk masyarakat Indonesia yang ingin ibadah juga bisa," imbuhnya.

Sementara itu, sesuai dengan rilis yang dikeluarkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi ada enam poin yang saat ini sedang ramai diperbincangkan dunia karena merebahnya virus Corona.

Berikut pernyataan KBRI di Riyadh, Arab Saudi

1. Merujuk maklumat yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, Kamis, 27 Februari 2020 sekitar pukul 02.40 waktu setempat, dengan ini disampaikan bahwa dalam rangka mendukung upaya menghentikan penyebaran, pengendalian dan pemusnahan virus Corona (COVID-19), serta melakukan perlindungan yang maksimal terhadap keamanan warga negara, penduduk dan siapapun yang berencana datang ke wilayah Kerajaan Arab  
Saudi untuk melakukan ibadah Umroh dan ziarah Masjid Nabawi, atau kunjungan wisata, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memutuskan melakukan langkah proaktif guna menangkal masuk dan menyebarnya virus Corona (COVID-19) ke wilayah Kerajaan Arab Saudi dengan mengambil langkah-langkah pencegahan sebagai berikut:  

a. Menghentikan sementara warga negara asing masuk ke Kerajaan Arab Saudi dalam rangka ibadah Umroh dan ziarah Mesjid Nabawi. 

b. Menghentikan masuknya warga negara asing ke Kerajaan Arab Saudi dengan menggunakan visa kunjungan wisata, bagi mereka yang datang dari negara-negara yang terkena wabah virus Corona (COVID-19), merujuk kepada kriteria yang ditetapkan oleh lembaga kesehatan terkait Pemerintah Kerajaan.  

c. Menghentikan lalu lintas keluar masuk wilayah Kerajaan Arab Saudi dengan menggunakan fasilitas ID Card- kartu tanda penduduk nasionalnya bagi warga negara Arab Saudi dan warga negara dari negara-negara anggota Gulf Cooperation Council / GCC lainnya (Oman, Kuwait, Qatar, Bahrain, Persatuan Emirat Arab), kecuali  bagi warga negara Arab Saudi yang saat ini telah berada di negara-negara tersebut yang sebelumnya keluar wilayah Arab Saudi dengan menggunakan kartu tanda penduduk nasionalnya, dan warga negara dari negara-negara GCC lainnya yang saat ini berada di Arab Saudi serta bermaksud kembali ke negaranya masing-masing setelah sebelumnya masuk ke Arab Saudi dengan menggunakan kartu tanda penduduk nasionalnya, agar otoritas terkait di entry point Arab Saudi dapat memastikan dari negara mana pengunjung/warga negara tersebut berasal sebelum tiba di Arab Saudi, dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat bagi mereka yang datang dari negara anggota GCC lainnya.

2. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut diatas adalah SEMENTARA, dan penerapannya akan selalu dievaluasi oleh lembaga-lembaga kompeten yang terkait.  

3. KBRI Riyadh terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi guna memastikan pelaksanaan teknis dari kebijakan penghentian sementara masuknya jamaah umroh ke Arab Saudi dari negara-negara lain termasuk Indonesia, serta memastikan keberadaan jamaah umroh warga negara Indonesia yang saat ini sudah berada di wilayah Arab Saudi. 

4. Selanjutnya Duta Besar RI, Agus Maftuh Abegebriel saat ini sedang melakukan pendekatan ke pemerintah Kerajaan Arab Saudi agar kiranya jamaah umroh Indonesia yang sudah mengantongi visa umroh diizinkan masuk ke wilayah Arab Saudi, dengan pertimbangan  
Indonesia tidak termasuk dalam negara yang terkonfirmasi terkena wabah virus Corona (COVID-19). 

5. Berdasarkan komunikasi Dubes RI dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Mohammed Saleh Benten diperoleh informasi bahwa Kementerian Haji dan Umroh sudah resmi menghentikan visa umrah untuk sementara. Dubes RI juga sedang perjuangkan nasib calon jamaah umroh yang sudah mendapatkan visa. 

6. Seperti yang sudah disampaikan KBRI Riyadh pada tanggal 29 Januari 2020 lalu, sekali lagi KBRI Riyadh menghimbau seluruh WNI di Arab Saudi untuk selalu menjaga kesehatan dan melakukan langkah pencegahan antara lain: selalu rutin mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menghindari sentuhan langsung dengan hewan (hidup atau mati), tidak mengunjungi pasar hewan, bagi yang sedang menderita gejala sesak napas utk tetap berada dirumah serta menutup mulut dan hidungnya dengan masker apabila batuk atau bersin.