Septi mahasiswa jurusan PGSD Unikama yang meraih juara 3 dalam lomba Teacher Idol National Competition 2019 (tiga dari kanan)(ist)
Septi mahasiswa jurusan PGSD Unikama yang meraih juara 3 dalam lomba Teacher Idol National Competition 2019 (tiga dari kanan)(ist)

Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) kembali menoreh tinta emas. Salah satu mahasiswanya dari jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Septi Yuana (21) meraih prestasi tingkat nasional dalam ajang perlombaan Teacher Idol National Competition 2019.

Pada perlombaan yang diadakan oleh salah satu kampus swasta di Surabaya tersebut, Septi berhasil menyingkirkan ratusan pesaingnya hingga sukses menembus semifinal dan kemudian melaju ke babak final. Di situ ia berhasil menjadi juara ketiga dalam perlombaan tersebut.

"Pesertanya banyak ada sekitar 100 an dari berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia, baik negeri maupun swasta," ungkapnya dihubungi MalangTIMES.

Lanjutnya, dalam perlombaan tersebut, jalan atau tantangan yang tak mudah dihadapi Septi. Pasalnya hanya dalam waktu beberapa jam saja, setelah materi dari tim juru diinformasikan kepadanya pada malam hari.

"Materinya kan diinfokan dadakan, jadi persiapannya itu yang butuh perjuangan. Waktu persiapannya mepet. Paginya soalnya sudah harus siap, harus registrasi dulu. Tapi untungnya kita tampil habis Dzuhur jadi kita bisa persiapan lagi menyediakan media pembelajaran yang kongkrit," jelasnya mahasiswa asli Nganjuk ini.

"Selain itu kendala lain kan kita dari luar Surabaya, apalagi pengumuman malam, sedangkan dalam pembelajaran bisa menggunakan media kongkrit, jadi kalau misalnya cari peralatan itu agak terkendala. Jadi kebanyakan memanfaatkan IT," tambahnya.

Setelah itu, kemudian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sebelumnya telah dikumpulkan kemudian dipresentasikan dan dipraktikkan di hadapan tim juri satu persatu langsung di dalam kelas dan di hadapan siswa.

"Juri nggak ada tanya jawab, cuma mengomentari, cara pebelajaran. Kalau kemarin alhamdulillah katanya sudah cocok jadi guru SD dan katanya saya tipe guru yang interaktif," pungkasnya.