Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Malang, Linda Desriwati (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Malang, Linda Desriwati (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Kebutuhan Air Susu Ibu (ASI) menjadi asupan gizi terpenting bagi bayi. Kandungan 87,5 persen air serta kolostrum, karbohidrat, protein, lemak, karnitin, vitamin, dan mineral yang ada di dalam ASI sudah teruji dalam memenuhi asupan nutrisi bagi bayi baru lahir hingga balita (toddler). Namun, bagaimana bila ibu memberikan ASI kepada anak yang sudah terbilang remaja.

Hal ini dilakukan oleh Sarwendah , Istri dari Ruben Onsu itu memberikan ASI kepada anak angkatnya, Betrand Peto, yang kini berusia 14 tahun.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Malang, Linda Desriwati mengatakan belum ada penelitian di bidang kesehatan terkait pemenuhan nutrisi bagi remaja melalui ASI. Menurutnya, jika anak sudah menginjak usia remaja agar tetap sehat maka dilakukan dengan menerapkan Germas (Gerakan Masayarakat Hidup Sehat).

"Kalau kita mengatakan untuk menjaga anak itu tetap sehat di usia remaja terapkan Germas. Saya rasa itu sudah cukup, kalau ditambah dengan ASI, penelitian belum ada terkait manfaatnya ya," ujar dia.

Ada tujuh langkah Germas yang harus dilakukan. Yakni, melakukan aktivitas fisik, makan buah dan sayur, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban.

Nah, pada usia remaja yang penting adalah pemenuhan nutrisi yang salah satunya dengan menerapkan Isi Piringku. Yakni mengkonsumsi makanan pokok dari karbohidrat, sayuran, buah-buahan, lauk-pauk yang mengandung protein hewani dan nabati.

"Dengan komposisinya itu makanan pokok 1/3, kemudian 1/3 lagi sayur-sayuran, 1/6 buah-buahan, dan 1/6 lainya mengandung protein hewani dan nabati. Buah dan lauknya ini harus macam-macam jenisnya," imbuhnya.

Dengan menerapkan GERMAS tersebut, menurut dia pemenuhan gizi bagi remaja akan terpenuhi. Pedoman gizi seimbang ini bakal menjadikan seorang anak tumbuh sehat tanpa kekurangan gizi.

"Untuk anak remaja jika makannya sudah benar, mematuhi Isi Piringku, kemudian aktivitas fisiknya jalan, psikologi tertangani, pokoknya semua yang ada dalam tujuh langkah Germas itu dilakukan saya rasa itu sudah cukup," pungkasnya.