Design rencana pembangunan taman mawar GSB (Luqmanul Hakim/Malang Times)
Design rencana pembangunan taman mawar GSB (Luqmanul Hakim/Malang Times)

Anggaran sekitar Rp 2,5 miliar akan dikucurkan oleh Pemerintah Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu untuk pembangunan Taman Mawar di desa tersebut. 

Hal tersebut dilakukan Pemdes yang saat ini sedang memantabkan diri sebagai Desa Wisata Petik Mawar dengan membangun Taman Mawa Gunungsari Berkah (GSB) pada awal April 2019.

Hal tersebut dituturkan Khoirul Rozikin Ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) GSB kepada Malang Times pada Rabu (20/3/2019), untuk rencana pembangunan Taman Mawar tersebut dimulai pada April tahun ini. 

Seperti yang ia katakan, rencana pembangunan tersebut akan mulai dikerjakan di lokasi pembangunan yang terletak di Lapangan Dusun Mbrumbung, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

"Tujuan pembangunan Taman Mawar GSB ini sendiri untuk menguatkan Desa Petik Mawar supaya menjadi desa wisata yang terkonsep. Kemudian nantinya akan dikelola oleh Bumdes GSB" tutur Rozikin

Lanjutnya, di taman tersebut nantinya akan dibangun di Tanah Khas Desa (TKD) dengan luas 1 hektar yang diperkirakan melalui dua tahap pembangunan.

"Rencana Anggaran Biaya (RAB) nya saat ini masih dalam proses penggarapan. Kurang lebih anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 2,5 Miliar, dengan rincian tahap pertama menggunakan dana sebesar Rp 1,2 miliar dan sisanya untuk tahap kedua melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK)" paparnya.

Kemudian, nantinya akan ia isi dengan 60 jenis mawar yang ada di Indonesia dan khususnya Kota Batu serta akan dikelompokkan dan diberi keterangan seputar asal - usul seputar mawar tersebut.

Untuk fasilitas yang diberikan, ia menuturkan bahwa nantinya akan diberikan cafe, gazebo, serta persewaan sepeda elektrik untuk para wisatawan , serta interior dan bangunannya dari GSB tersebut akan didesign dengan khas mawar.

"Di sini juga ada edukasi tentang mawar, bagaimana cara menanam, merawat, hingga memanen serta merangkai dan memetik mawar itu" pungkasnya.